Friday Thought

Melihat adik kecilku menangis, seperti melihat refleksi diri.
Kecil.
Ketakutan.
I used to be in that position.
Affraid of being the youngest.
Never have a really close social circle.
Yang akhirnya melahirkan sifat selalu ingin melayani orang lain-bahkan di atas keperluanku sendiri; sesulit apapun pengorbanannya.
Dan itu… kadang menyakitkan.
Tapi melihat seorang anak bahkan tidak mampu menceritakan keluhnya pada sang ibu, rasanya jauh lebih menyakitkan.
Kalau posisi mama harus menurun padaku.
Aku pasti menangis.
Kemudian berfikir.
Salah apa aku sampai anakku sendiri tidak mampu menyampaikan keluhnya.
Takut kah ia padaku?
Percuma kah menurutnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.