Bagaimana bila Aku yang kita sangka akan menjadi berkas masa depan Ternyata hanya calon kepingan masa lalu Seperti mereka Yang sudah lebih dulu singgah Aku, Sudah tahu dan memahami Sudah mengkhatamkan logika sendiri Bahwa harusnya tak berpikir begini Maaf, sekali lagi

Soal rindu Bagaimana bisa ia semakin menyiksa Padahal telah kusampaikan lewat doa Terkuras habis tangisku tak tersisa Ketika aku membicarakan tentangmu denganNya Tak pantas rasanya Tak pantas jadinya Duhai lelaki di seberang sana Rinduku kepada kamu Sudah sampai kah?