Ceracau #11 Pengembaraan Seluas Samudera

Tepat satu minggu yang lalu, aku tidak sedang berada di Surabaya. Dua minggu sebelumnya, aku memutuskan untuk pergi ke luar kota. Mencari suasana baru, terlalu suntuk dengan kota kelahiranku. Pasalnya di situ aku menjalani hari-hari yang begitu melulu. Dan jujur saja, itu membuatku pilu. Dan aku memilih Jakarta sebagai destinasi berwisata. Aneh ya? Mencari hiburan … Continue reading Ceracau #11 Pengembaraan Seluas Samudera

Ceracau #10 Melarikan Diri dari Terlalu Banyak Bermimpi

Kata seorang dokter, rasa depresi dan cemas itu berbeda. Depresi lebih kepada  hal-hal yang sudah lama tiada. Hal-hal yang sudah lewat dan untuk memperbaikinya tak bisa. Masa lalu kita, misalnya. Sedangkan cemas adalah perihal takut terhadap apa yang tidak seorang pun mengetahui. Jadi apa nanti, bersama siapa berdiri, masalah apa yang akan dihadapi. Dalam diri … Continue reading Ceracau #10 Melarikan Diri dari Terlalu Banyak Bermimpi

Alhamdulillaah #60 Doa untuk Keletihanmu

Semoga hari ini kamu masih semangat. Masih percaya kalau Allah selalu bantu kamu. Karna dengan itu hatimu akan lebih tentram. Kamu bisa lebih banyak bersyukur. Semoga hari ini badanmu masih sehat, pikiranmu masih jernih, hatimu masih bersih. Karna dengan itu frekuensi ibadahmu lebih meningkat. Kamu bisa lebih banyak bermunajat. Semoga hari ini kamu ingat, Allah … Continue reading Alhamdulillaah #60 Doa untuk Keletihanmu

Alhamdulillaah #59 Mengantri Digenapi

  Percakapan yang akhir-akhir ini selalu terngiang di kepalaku adalah percakapan seorang dua orang sejoli. Mereka telah mengarungi bahtera rumah tangga dengan suka beserta duka beberapa kali. Dikaruniai empat orang putri membuat mereka ini menjadi banyak pertimbangan. Soal kepada siapa urusan pertanggung jawaban hidup putri-putrinya nanti akan dialihkan. Suatu sore keduanya duduk berdua. Membicarakan mengenai … Continue reading Alhamdulillaah #59 Mengantri Digenapi

Alhamdulillaah #58 Mengejar Allah Dikejar Allah

Aku rasa sudah fitrahnya bila manusia mengejar sesuatu yang fana. Namanya juga memiliki nafsu untuk terus-menerus mengagungkan dunia. Ada beberapa yang dalam perjalanannya tersadar. Ah, sudah melenceng nih maka haluannya harus diputar. Tapi ada pula yang harus jadi roda bagian bawah dahulu. Semata-mata agar tahu dan paham bahwa kita tak bisa mengatur sendiri segala sesuatu. … Continue reading Alhamdulillaah #58 Mengejar Allah Dikejar Allah

Alhamdulillaah #57 Mewah Jalan Dakwah

Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin, atas izin Allah permintaanku beberapa hari ini yang terucap dalam doa seusai salat akhirnya terkabulkan jua. Aku meminta agar semakin didekatkan dengan teman-teman yang mengajak bersama dalam kebaikan. Aku memohon agar diperkenankan menjalin ukhuwah yang bermanfaat dan erat. Agar pertemananku nantinya semakin menambah faedah menabung amal untuk akhirat. Setelah banyak berselancar dalam … Continue reading Alhamdulillaah #57 Mewah Jalan Dakwah

Alhamdulillaah #56 Menjadi Khadijah karena Memang Begitu Seharusnya

Beberapa saat yang lalu aku melihat status seorang teman yang bertuliskan, "In a world full of Kadarshians, be a Khadija." Seketika itu pula aku berpikir dan merasa hmm ada benarnya juga. Tapi tak lama kemudian aku segera ber-istighfar perlahan-lahan. Siapa aku bisa menentukan keburukan seseorang atau suatu golongan. Memangnya sudah pasti Kadarshians buruk perilakunya? Bukankah … Continue reading Alhamdulillaah #56 Menjadi Khadijah karena Memang Begitu Seharusnya

Alhamdulillaah #54 Hati-hati Dihisab

  Untuk setiap tugas sekolah yang engkau kerjakan, sementara software laptopmu masih bajakan, hati-hati dihisab. Untuk setiap foto yang engkau bagikan sementara di sana tampak aurat seorang kawan, hati-hati dihisab. Untuk setiap kue untuk peserta suatu acara dan kau memakannya selaku panitia–tanpa izin mereka dan menganggap itu sah-sah saja, hati-hati dihisab. Untuk setiap tanggung jawab yang … Continue reading Alhamdulillaah #54 Hati-hati Dihisab

Alhamdulillaah #53 Meninggi Setinggi Prilangit

Kalau sebelumnya kita sudah bahas bagaimana seharusnya merendah serendah pribumi, ada baiknya kini kita melihat bagaimana cara meninggi setinggi prilangit. Bisa kubilang ini adalah salah satu pertarungan yang harusnya paling sengit. Cara memenangkannya pun tak asal saja tapi butuh pengorbanan dan perjuangan yang pahit. Pribumi, berdasarkan arti katanya adalah orang atau penduduk asli–yang tinggal di … Continue reading Alhamdulillaah #53 Meninggi Setinggi Prilangit