Matrikulasi #9 Bukan Bunda Biasa

Sejak usia delapan atau sembila tahun, saya sudah bercita-cita dipanggil "bunda" oleh buah hati saya ketika kelak saya menjadi seorang ibu. Aneh mungkin terdengarnya. Bagaimana bisa seorang anak berusia 8 tahun memikirkan tentang "buah hati"? Apa tidak terlalu dini? Saya menjawabnya sambil tersenyum saja ya 🙂 Pada saat itu saya bukan sedang memikirkan bagaimana konsep … Continue reading Matrikulasi #9 Bukan Bunda Biasa

Sabar atuh, Miw. Semua orang 'kan punya masanya masing-masing. Fokusnya ke diri sendiri aja ya. Jangan sering melihat apa yang orang lain sudah capai. Amati kebiasaannya. Pelajari apa yang membuat dia sampai ke sana. Jangan putus asa. Sebentar lagi Miw juga bisa menyelesaikan misi hidup. Hiduplah yang bahagia. Kesedihan bukan untuk dinikmati dan dibiarkan. Terima … Continue reading

Matrikulasi #8 Produktif + Kontributif

Ah, beneran lho. Kalau Allah sudah berkehendak, yang akan terjadi maka terjadilah~ Baru saja minggu ini dapat materi soal produktivitas hidup dari IIP, eh semua yang mampir di kehidupan saya (teman-teman, media sosial, pembicaraan, dan diskusi) tiba-tiba berisi tentang what will I be? Because just be yourself is not enough, darling.  Setelah memikirkan akan jadi apa … Continue reading Matrikulasi #8 Produktif + Kontributif

Matrikulasi #7 Siapa Saya Menentukan Bagaimana Kedepannya

Bismillaahirrahmanirrahiim, sebelum memulai membahas minggu ke tujuh ini (Alhamdulilaah, Maha Baik Allah sudah menguatkan saya sampai pada tahap ini :'), saya ingin lebih dulu curhat sedikit (karena banyaknya mau dibikin post sendiri rencananya wkwk) mengenai pertemuan saya kemarin dengan bunda hebat matrikulasi 5 Surabaya Raya 😀 Jadi, hari Minggu, 11 Maret 2018 kemarin kami mengadakan … Continue reading Matrikulasi #7 Siapa Saya Menentukan Bagaimana Kedepannya

Matrikulasi #6 Manajer Andalan Bernama Ibu

Dahulu, saya termasuk orang yang benar-benar menjadikan karir sebagai pencapaian hidup saya. Saya biasa aktif di organisasi kampus dan hal tersebut menjadikan saya yakin bahwa ketika berkeluarga nanti pun saya akan tetap berkarir di luar rumah. Saya tidak mungkin menyandang gelar "Ibu Rumah Tangga" saja. Mengenai anak, saya dengan mudah berpikir bahwa nanti 'kan bisa … Continue reading Matrikulasi #6 Manajer Andalan Bernama Ibu