Matrikulasi #7 Siapa Saya Menentukan Bagaimana Kedepannya

Bismillaahirrahmanirrahiim, sebelum memulai membahas minggu ke tujuh ini (Alhamdulilaah, Maha Baik Allah sudah menguatkan saya sampai pada tahap ini :’), saya ingin lebih dulu curhat sedikit (karena banyaknya mau dibikin post sendiri rencananya wkwk) mengenai pertemuan saya kemarin dengan bunda hebat matrikulasi 5 Surabaya Raya 😀 Jadi, hari Minggu, 11 Maret 2018 kemarin kami mengadakan kopi darat yang dihadiri sekitar 50 orang dari berbagai belahan wilayah Surabaya raya. Peserta paling jauh datang dari Mojokerto dan datang paling pagi! Masyaa Allah, malu nian saya rumah sangat dekat dengan lokasi pertemuan tapi datang terlambat 🙁
Pada beberapa waktu, saya bertanya kepada teman-teman (yang masih sama-sama single; habisnya ngomong sama ibu-ibu berasa bau kencur wkwk) apakah NHW-nya sudah rampung. Ternyata sama-sama belum 😀 Saat mengikuti kopdar ini saya merasa bertemu teman-teman seperjuangan yang ternyata kalau mengerjakan NHW sama mepetnya seperti saya *jangan ditiru* Tapi yang jelas atmosfir nilai-nilai positif dan rasa ingin “mencerdaskan kehidupan bangsa bersama-sama rasanya benar-benar kentara.
Satu perkataan yang entah bunda siapa yang bicara, tapi sangat saya ingat dan jadi tertancap serta semoga bisa selalu menjadi pengingat bagi saya. Kalimat itu kemudian saya gubah, saya jadikan motivasi.

Nanti pasti akan tiba masanya kita melihat teman-teman masa sekolah dulu tidak lagi meniti karirnya karena sudah sukses dan memiliki jabatan yang tidak main-main. Lantas beberapa ada yang terkenal karena perannya di pemerintahan, atau ada juga beberapa dari mereka yang begitu hebat menjalankan bisnis dan buka cabang di mana-mana. Sedangkan beberapa dari kita masih memakai daster, mengerjakan pekerjaan domestik sambil menggendong anak dan memikirkan cucian yang menumpuk. Ditambah lagi memikirkan NHW yang belum rampung. tapi tak mengapa, percayalah bahwa kemuliaan kita sedang berada di sana. Dan itu yang utama. Keluarga. Baru setelahnya pastikan kita hidup mulia bagi manusia yang lain. Jangan egois ingin masuk surga sendirian.

Entah mengapa saya merasa yakin 100% masa itu akan tiba. Di saat saya buka Instagram untuk mencari buku terbaru untuk membersamai si kecil bermain, pasti ada teman-teman saya yang lain yang justru mengunggah dirinya dengan pencapaian hebat yang sudah ia punya. Saya bukan iri, hanya merasa nelangsa pada diri sendiri. Pasti akan tiba masanya saya mempertanyakan “Saya ini sedang apa?” kemudian saya kembali membuka ijazah sarjana dan pascasarjaan (soon, aamiin) saya. Pasti akan saya pertanyakan terus-menerus. Apalagi jiwa yang merasa “Dulu ‘kan saya aktivitis” membuat saya merasa bahwa “Tidak seharusnya saya berdiam diri.”

Allah, bila masa itu tiba, bisakah Engkau bantu aku menggerakkan hati ini untuk senantiasa beristighfar? Bisakah aku meminta pertolongan-Mu agar aku tak lalai dalam menjalankan kewajibanku sebagai seorang ibu dan istri? Bisakah Engkau membantuku menjalankan misi spesifik hidup ini? Karena sungguh aku tak ingin terlena. Sebab aku tahu kapasitasku tak cukup kokoh untuk sekedar meletakkan dunia di dalam genggaman tangan. Maka bantulah aku menjauhkan diriku sendiri dari segala yang membuatku meletakkannya di dalam hati. Dan jangan salah sangka. Sungguh aku percaya perempuan yang bekerja di luar sana bukan berarti melalaikan tugasnya. Ini hanya tentangku. Sebagai perisai untukku sendiri. Maka jauhkanlah aku dari penyakit hati. Serta bantulah aku menjaga lisan.

Saat menuliskan do’a di atas, saya ingin menangis. Ingin nanti ketika masanya benar-benar tiba, saya bisa kembali ke halaman ini. Mengingat mengapa apda akhirnya saya memutuskan ada di sini. Duduk di rumah dan mendidik generasi. Sambil sedikit demi sedikit meraih misi saya. Bismillah, semoga saya tidak menyerah dan tak pernah lupa. Aamiin.

REZEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI

Disusun oleh tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Alhamdulillah setelah melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan” dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini
sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”.
Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan misi penciptaan dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya berbinar-binar. Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati. Para Ibu di kelas Bunda Produktif memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rezeki.

Mungkin kita tidak tahu dimana rezeki kita, tapi rezeki akan tahu dimana kita berada. Sang Maha Memberi Rezeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita. Allah berjanji menjamin rezeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya, demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijamin-Nya adalah kekeliruan besar.

Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah bunda yang akan berikhtiar menjemput rezeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga.
Semua pengalaman para Ibu Profesional di Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah kemuliaan hidup.

Karena rezeki itu pasti, tapi kemuliaan harus dicari.

Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya “ya”, lanjutkan. Kalau jawabannya ”tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.
Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rezeki keluarga,
melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari mana” dan “Untuk apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.
Maka Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis
dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang.
Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai men-tawakkal-kan rezeki pada
pekerjaan kita. Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rezeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.
Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rezeki itu urusan-Nya
Seorang ibu yang produktif itu agar bisa,

  1. menambah syukur,
  2. menegakkan taat, dan
  3. berbagi manfaat.

Rezeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (profesional).
Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan rezeki adalah urusanNya. Rezeki itu datangnya dari arah tak terduga, untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertakwa.
Rezeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya. Ketika sudah mendapatkannya, jawab pertanyaan berikutnya “Untuk apa?”.

Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.

Salam Ibu Profesional,
Tim Matrikulasi Ibu Profesional

Sumber bacaan:
Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014
Ahmad Ghozali, Cashflow Muslim, Jakarta, 2010
Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015

Saya tahu saya adalah tipe orang yang mudah sekali merasa lebih tinggi dibandingkan orang lain. Tapi saya tidak ingin terus begitu. Saya takut tabiat buruk itu akan membawa ketidak ridhaan suami saya nanti apabila saya, entah secara sengaja maupun tidak, merendahkan beliau. Saya ingin menjadi istri seperti istri-istri Rasulullah. Ingin meraih surganya dan tak terlena dengan harta dunia yang sementara. Meski mungkin nanti saya akan merasa saya mampu, tapi saya tak ingin menjadikan hal itu membuat suami saya merasa tak memimpin keluarga ini. Saya bisa saja mengkhatamkan teorinya. Tapi saya butuh diingatkan. Semoga Allah menggunakan cara terbaik-Nya.
Di jenjang bunda produktif ini, saya menyerap suatu informasi bahwa tanpa mengesampingkan perannya sebagai ibu dan istri, seorang perempuan juga tetap bisa menjalankan misi spesifik hidupnya. Namun sebelum menjadi pribadi yang produktif, kita haruslah mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Sehingga sisi produktivitas itu akan jelas terarah pada kegiatan apa dan akan dilaksanakan dengan bagaimana. Dengan begini sinergitas akan lebih mudah dilakukan. Alih-alih merasa berkompetisi, justru kesamaan ranah menjadikan kami, para ibu-ibu mengerti bisa berteman dan menggerakkan bidang ahli kami dengan siapa.

NICE HOMEWORK #7


Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7. Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.mSetelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW-NHW sebelumnya, kali ini kita akan belajar mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang dibuat oleh para ahli di bidang pemetaan bakat.
Ada banyak tools yang sudah diciptakan oleh para ahli tersebut, diantaranya dapat dilihat secara online di temubakat.com, tesbakatindonesia.com, tipskarir.com, dan masih banyak lagi berbagai tes bakat online maupun offline yang bisa kita pelajari.
Salah satu tools yang bisa dicoba adalah temubakat.com yang kebetulan kita bisa mengonfirmasi langsung ke penciptanya yaitu Abah Rama Royani, yang sering menjadi guru tamu di komunitas Ibu Profesional.
Apabila teman-teman lain memiliki tools tentang pemetaan bakat ini yang bisa dikonfirmasi ulang ke penciptanynya silakan dipakai, sehingga kita jadi lebih banyak paham tentang berbagai alat konfirmasi bakat kita.
Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman tulis di NHW#1 sampai NHW #6. Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan bahagia. Bagi anda yang ingin memakai fasilitas free di temubakat.com silakan ikuti panduan di bawah ini:

  1. Masuk ke temubakat.com
  2. Isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
  3. Jawab kuesioner yang ada di sana, setelah itu download hasilnya
  4. Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yang anda rasakan selama ini
  5. Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7
  6. Bagi anda yang ingin menggunakan tools lain yang bisa dikonfirmasi ulang, silakan cantumkan hasilnya di NHW #7
  7. Setelah mengkonfirmasi ulang bakat kita dengan tools yang ada, kami sarankan jangan percaya 100%. Silakan konfirmasi ulang hasil tersebut sekali lagi dengan mengisi pernyataan aktivitas apa yang anda SUKA dan BISA selama ini.
  8. Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
    Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
    Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi anda TIDAK BISA
    Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA
    Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

Selamat mengerjakan!

Tes ke temubakat.com dan lihat hasilya!

Sebelumnya, saya pernah mengikuti tes kepribadian diantaranya MBTI. Di situ saya merasa cukup heran karena bagaimana bisa hasil tes ini seakan mampu membaca isi otak dan hati saya? Benar-benar akurat! Namun saya pada dasarnya suka mencoba tes semacam ini maka beginilah hasil Stength Typology yang saya dapatkan.
Capture4
Saya terlihat memiliki banyak warna hitam pada bagian networking. Saya tersenyum melihatnya. Ya bagaimana lagi, saya memang cukup sulit menjaga pembicaraan terus berlangsung. Begitu pula dengan menjaga hubungan dalam waktu yang lama dengan orang lain. Saya seringkali merasa awkward dan tidak bisa mencairkan suasana. Namun saya mendapatkan banyak warna merah pada bagian generating idea. Sepertinya saya memang introvert berotak kanan 🙂
Capture5
Setiap potensi kekuatan dan kelemahan saya baca dan saya konfirmasi ulang. Teman-teman bisa membacnya di sini. Pada post ini saya lampirkan masing-masing satu potensi eklebihan dan kelemahan yang menurut saya sangat sesuai dengan kepribadian saya.

Potensi Kekuatan Penjelasan Konfirmasi
DES – DESIGNER Mengetahui gambar dari sesuatu (bangunan, produk) yang direncanakan untuk dibuat (yang memperlihatkan bagaimana cara membuatnya). Bakat ini terkait kelompok cipta (individual generating idea) yang terkait dengan otak kanan atas dan otak kiri atas. Sangat benar. Sedari kecil saya suka menggambar dan berimajinasi. Saat membaca penjelasan karakter ini, saya jadi teringat bagaimana dulu saya membuat kipas angin berdiri untuk mainan barbie saya menggunakan kertas yang dikombinasikan dengan staples. Terkadang saya juga membuat dipan tempat tidurnya sendiri. Saya merasa dalam otak saya mudah menggambarkan apa yang ingin saya buat, apa desain yang memiliki estetika, serta bagaimana merangkainya menjadi satu kesatuan produk.
Selain bersifat analitis juga banyak ide.
Juru Gambar, Perancang
Potensi Kelemahan Penjelasan Konfirmasi
EXP – EXPLORER Melakukan penelitian terhadap suatu subjek secara metodik untuk menemukan fakta-fakta, memperbaiki atau membuat teori. Bakat ini termasuk kelompok cipta (individual thinking) menggunakan otak kiri bawah. Sangat benar. Saya bukanlah tipe orang yang mampu melakukan hal yang repetitif terus-menerus. Apalagi berbicara tentang bidang penelitian yang membutuhkan durasi pengerjaan tergolong lama. Saya juga bukan tipe orang yang suka membaca teori suatu hal atau melakukan olah pikir dengan hal-hal yang sifatnya eksak. Oleh karena itu saya sangat lemah di bidang fisika karena merasa sulit menemukan korelasi antar ilmu. Hal ini kemudian saya rasakan ketika masuk ke jurusan kuliah saya, Teknik Industri, dimana mata kuliah satu sama lain tidaklah berhubungan dan hal tersebut merupakan cara belajar yang saya sukai.
Sifat mereka selain analitis juga senang mempelajari latar belakang, senang olah pikir, menyendiri.
Peneliti, Surveyor

Tidak semua kepribadian yang diberi tahukan pada ST30 benar 100%, ada beberapa yang saya rasa cukup tidak sesuai karena saya hanya merasaklan kelemahan tersebut pada kondisi tertentu saja.

Buatlah kuadran yang berisi aktivitas anda!

Capture6.PNG
Angka menunjukkan prioritas yang ingin ditingkatkan/dipelajari,
1 = Dipertahankan dan dikembangkan
2 = Segera ditingkatkan
3 = Ditingkatkan
4 = Segera dipelajari
5 = Dipelajari
6 = Tidak memaksakan diri untuk mempelajari namun lebih baik dipelajari

REVIEW

Disusun oleh Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar, terima kasih bagi yang sudah mengerjakan NHW#7 ini dengan sangat baik. Melihat satu persatu hasil peta kekuatan teman-teman, maka kami melihat beragam potensi fitrah yang dimiliki oleh teman-teman yang bisa dijadikan sebagai bekal untuk memasuki ranah produktif.
NHW #7 ini adalah sesi konfirmasi. Dimana kita belajar mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini, apa yang sudah kita baca tentang diri kita dengan tools yang dibuat oleh para ahli di bidang pemetaan bakat.
Ada banyak tools yang sudah diciptakan oleh para ahli tersebut, diantaranya dapat dilihat secara online di temubakat.com, tesbakatindonesia.com, tipskarir.com, dan masih banyak lagi berbagai tes bakat online maupun offline yang bisa kita pelajari.
Kita menempatkan tools-tools tersebut sebagai alat konfirmasi akhir, sehingga kita tidak akan buru-buru menggunakannya, sebelum kita bisa menggunakan mata hati dan mata fisik kita untuk melihat dan membaca diri dengan jujur. Kita makin paham tanda-tanda yang Diaberikan untuk menjalankan peran produktif kita di muka bumi ini.
Efek yang bisa kita rasakan, saat menjadi ibu kita tidak akan menjadi ibu galau yang buru-buru mencari berbagai alat untuk bisa melihat minat dan bakat anak kita secara instan. Kita justru akan punya pola mengamati bakat minat anak, dari kegiatan aktivitas anak keseharian dg mengamati sifat-sifat dominan mereka, yang mungkin akan menjadi peran hidup produktifnya kelak. Selain itu juga memperbanyak aktivitas panca indra sehingga kita makin paham bidang yang akan ditekuni anak-anak. Maka modalnya, buka mata, buka hati bunda. Kayakan wawasan anak, kayakan gagasan anak setelah itu buatlah mereka kaya akan aktivitas. Terlibatlah (engage), Amati (observe), gunakan mata hati dan mata fisik untuk mendengar dan melihat (watch and listen) keinginan anak selama rentang 2-14 tahun, lalu perkuat pemantauan hal tsb sampai usia 14 tahun ke atas, jadi modal pertama adalah mata hati dan kehadiran orangtuanya.
Alat hanya mempermudah kita untuk mengenali sifat diri kita yang produktif. Tetapi menggunakan alat bukan sebuah keharusan yang mutlak. Bagi anda yang sudah percaya diri dengan aktivitas anda saat ini, tidak perlu lagi menggunakan alat apapun untuk konfirmasi.
Salah satu tools yang kita coba kemarin adalah www.temubakat.com yang kebetulan kita bisa mengkonfirmasi langsung ke penciptanya yaitu Abah Rama Royani, yang sering menjadi guru tamu di komunitas Ibu Profesional. Apabila teman-teman memiliki tools lain tentang pemetaan bakat ini yang bisa dikonfirmasi ulang ke penciptanya silakan dipakai, sehingga kita jadi lebih banyak paham tentang berbagai alat konfirmasi bakat kita.
Setelah mendapatkan hasil segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman tulis di NHW#1-NHW #6
Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan bahagia.

Fokus pada kekuatan, siasati segala kelemahan.

Fokus pada kekuatan berarti bahwa ke depan, luangkan waktu untuk belajar dan berlatih hanya pada aktivitas yang merupakan potensi kekuatan. Siasati keterbatasan berarti bahwa usahakan untuk mencari cara lain dalam mengatasi keterbatasan yang ada, bisa dengan cara menghindarinya, mendelegasikannya, bersinergi dengan orang lain ataupun menggunakan peralatan atau sistem. Seperti halnya bila kita tidak mampu melihat jauh karena keterbatasan mata yang minus, maka cukup diatasi dengan menggunakan kaca mata.
Ini salah satu contoh pentingnya kita memahami kekuatan diri kita kemudian mencari partner yang cocok. Untuk itu silakan teman-teman amati sekali lagi, potensi kekuatan yang ada pada diri teman-teman, kemudian minta pasangan hidup anda atau partner usaha anda untuk melakukan proses yang sama dengan tools yang sama, agar anda dan partner anda memiliki bahasa bakat yang sama untuk diobrolkan. Setelah itu lihat apakah anda sama-sama kuat di bidang yang sama atau saling mengisi.
Hal ini penting untuk memasuki ranah produktif teman-teman. Akan berkolaborasi dengan pasangan hidup atau memang perlu partner lainnya. Apabila perlu partner lain maka teman-teman sudah paham orang-orang dengan kekuatan seperti apa yang ingin anda ajak kerjasama. Sehingga mulai sekarang sudah tidak lagi asal bilang “Saya cocok dengan si A, si B, si C” cocok di bidang mana? Bisa jadi kecocokan anda dengan seseorang tidak bersifat produktif karena memang tidak saling mengisi (komplemen).
Mari kita lihat beberapa contoh di bawah ini:

POTENSI KEKUATAN

Banyak orang masih berpandangan bila kita berlatih atau membiasakan diri melakukan suatu aktivitas, kita akan menjadi semakin hebat. Slogannya mengatakan: “pratice makes perfect”. Namun ternyata slogan ini memiliki kebenaran sepanjang dilakukan pada potensi kekuatan Anda. Sibuk berlatih pada aktivitas yang merupakan keterbatasan hanya akan membuang waktu, energi apalagi biaya. Sayang bila kita berpayah-payah melakukan aktivitas yang merupakan keterbatasan kita.
Menurut Abah Rama Royani dalam bukunya yang beliau tulis bersama teman-teman dari Prasetya Mulya yang berjudul 4 E (2010) Potensi Kekuatan adalah aktivitas yang anda SUKA melakukannya dan BISA dengan mudah melakukannya, hasilnya bagus dan produktif.
Setelah mengkonfirmasi ulang bakat kita dengan tools yang ada, kami sarankan jangan percaya 100%. Silakan konfirmasi ulang hasil tersebut sekali lagi dengan mengisi pernyataan aktivitas apa yang anda SUKA dan BISA selama ini.
Setelah memetakan apa yang SUKA dan BISA, maka mulailah menambah jam terbang di ranah anda SUKA dan BISA, mulailah melihat dengan seksama dan kerjakan dengan serius.
Mengapa ranah SUKA terlebih dahulu yang harus kami tekankan. Karena membuat kita BISA itu mudah, membuat SUKA itu baru tantangan. Maka saran kami masuki ranah SUKA dan BISA terlebih dahulu sebagai awalan memasuki ranah produktif teman-teman, kalau anda sudah menemukan “pola”nya disana, sudah merasa “Enjoy, Easy, dan Excellent” , maka mulailah mencoba ke ranah yang lain selama aktivitas tersebut masuk kuadran BISA. Yang sebaiknya tidak dimasuki di awal ini adalah memasuki ranah yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA.
Seiring berjalannya waktu kita semua akan bisa dengan mudah memaknai kalimat ini,

It is good to do what you love, but the secret of life is love what you do.

Sumber Bacaan :
Materi Matrikulasi IIP Sesi #7, Rejeki itu Pasti, Kemuliaan harus Dicari, 2018
Hasil NHW#7, Peserta Matrikulasi IIP, 2018
Abah Rama Royani, 4 E (Enjoy, Easy, Excellent,Earn), PPM Prasetya Mulya, 2010
Referensi tentang bahasa bakat dan potensi kekuatan di www.temubakat.com