Kamu Mau Puisi?

Aku…
…sampai bingung mulai dari mana harus menuliskannya
Sejak layarku menunjukkan pesan kedatanganmu
Atau sejak kita berdiskusi untuk pergi bersama adik-adikku?
Apa lebih baik sejak kamu bicara bahwa kamu takut bertemu ayah?
Hihi, sama, pun pertama kali bertemu ibumu aku teramat payah

Hari ini…
…sangat menyenangkan
Sekaligus menegangkan
Bapak atau om, ibu atau tante, salim atau salaman
Seru ya
Ayo sini mampir jilid dua

Enggg…
…tapi ngomong-ngomong kamu tiada berbeda
Persis seperti hari biasa
Aromamu harum dan wajahmu bercahaya
Membuat sudut bibirku menyimpul tiap melihatmu tanpa sengaja

Ya…
…meski beberapa hal membuat suasana hatimu tak seratus persen bahagia
Tapi jahatkah kalau aku malah sebaliknya?
Terima kasih ya Arfian, hari ini aku sangat senang
Maaf harus menodongmu dengan rindu, tanpanya tidurku tak akan tenang

– Usai merebahkan tubuh setelah berbuka puasa bersama Mas, Ca, Rel, di Masjid Al-Akbar

– Ah, indahnya perasaan bahagia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.