Mungkin memang kamu seharusnya sadar kapan waktu yang tepat untuk berhenti. Semata agar kamu menoleh dulu ke belakang, mundur beberapa langkah, untuk kembali menjalani beberapa langkah di depan. Dan itu bukan pertanda bahwa kamu tak baik-baik saja. Sabar. Semoga saat masa itu tiba, kamu sudah tulus memaafkan meski tidak ada maaf yang pernah diucapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.