Bunda Sayang #0.1 Manajemen Waktu

Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin
Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin
Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin

Akhirnya setelah melewati masa-masa blog ini hanya diisi dengan kicauan semata, kini harus dimulai lagi semangatnya. Karena atas pertolongan Allah, saya bisa melanjutkan naik kelas ke Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Maha Baik Allah!

Perjuangan memasuki kelas Bunda Sayang Pranikah ini tentu tidak mudah. Siap-siap di depan ponsel dengan formulir Google yang sudah di-refresh sedari 30 menit sebelum jadwal pembukaan kelas, membuat hati saya dagdigdug tidak karuan. Alasannya satu: takut semangat saya keburu luntur kalau harus menunggu batch 5 😫

Tapi satu hal yang pada akhirnya saya syukuri adalah karena Matrikulasi Batch 6 memiliki kuota peserta setelah (mungkin) di batch 6 membludak. Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin kok ya kebetulan saya daftarnya pas di batch 5. Maha Baik Allah (2)!

Berbekal tekad dan senyuman karena akan bertemu para singlelillaah (saya tuh malu dibilang gini karena merasa gelar ini nggak pantas buat saya–yang kayaknya masih perlu dipertanyakan lillaah-nya–tapi saya izin agar kita pakai idiom ini untuk tulisan saat ini dan kedepannya ya; untuk memudahkan saja) saya merasa akan banyak sekali ilmu yang saya dapatkan karena tantangannya sama: belum memiliki pasangan dan buah hati. Insyaa Allah, bismillaah bisa satu frekuensi.

Mengapa post ini diawali dengan #0.1? Karena materi ini disajikan sebagai bentuk pra materi ini alias main level-level-an (dapat bocoran dari buibu batch sebelumnya hihi). Dan seperti kelas sebelumnya, Matrikulasi, setiap kelas akan diawali dengan materi yang sama yakni belajar mengenai adab. Karena tanpa adab kita mah apa bakal merasa lebih ngerti dan lebih ahli, padahal hanya buih di samudera yang amat luas~

Markimuldebis, mari kita mulai dengan Bismillaahirrahmaanirrahiim

MANAJEMEN WAKTU

Disusun oleh Tim Bunda Sayang Institut Ibu Profesional

Manajemen Waktu Kuliah Bunda Sayang

Sebagai Ibu atau Calon Ibu yang memiliki segudang aktivitas, manajemen waktu tentu merupakan modal agar kegiatan bisa berjalan sesuai rencana dan target. Namun biasanya, manajemen waktu memerlukan pembiasaan yang tidak singkat. Tetap memerlukan proses. Proses yang tidak mudah tersebut, seringkali membuat kita mengendurkan target atau tidak disiplin pada komitmen yang telah dibuat. Padahal, manajemen waktu memiliki banyak manfaat, diantaranya:

  • Bebas dari stres: Manajemen waktu yang baik membuat semua agenda dapat diselesaikan dengan baik, tanpa harus tergesagesa mengejar deadline.
  • Lebih semangat menjalani hidup: Agenda yang terjadwal membuat kegiatan yang dilakukan tidak menimbulkan keraguan akan suatu hal yang terlupakan. Sehingga hidup dapat dijalani dengan lebih semangat.
  • Meningkatkan produktivitas: Dengan memasukkan batu besar terlebih dahulu, lalu kerikil, dan diakhiri dengan pasir, maka semua agenda kegiatan dapat dilakukan sehingga meningkatkan produktivitas.
  • Mencapai tujuan yang diinginkan: Manajemen waktu yang bagus membuat apa yang diinginkan menjadi kenyataan.

Strategi manajemen waktu: LIST → PLAN → ACTION → RECHECK

List: Tulislah hal-hal yang harus kamu lakukan, kelompokkan berdasarkan kepentingan dan prioritas. Kelompokkanlah hal-hal yang harus kamu lakukan: penting mendesak, penting tidak mendesak, tidak penting mendesak, tidak penting tidak mendesak.
(KUADRAN COVEY, MERILL)
List pekerjaan yang masuk ke dalam kelompok penting mendesak harus didahulukan. Contoh kegiatan penting mendesak: Membersamai Anak, Menjemput Anak/Orang Tua. Contoh kegiatan penting tidak mendesak: Kegiatan kuliah dan membuat tugas Bunda Sayang. Kegiatan ini tidak mendesak, manakala kita bisa mengatur waktu dan komitmen dengan jadwal yang sudah dibuat. Sebaliknya, jika kita tidak komitmen dan tepat waktu mengerjakan kegiatan penting tidak mendesak, maka kegiatan tersebut akan pindah ke kuadran penting mendesak. Bayangkan jika kuadran tersebut penuh dengan list kegiatan. Hectic tentunya.

Plan: Buatlah perencanaan atau kandang waktu untuk kegiatan penting tidak mendesak, seperti membuat tugas bunsay atau mengecek aplikasi yang digunakan untuk kuliah.
Contoh simulasi manajemen waktu Bunda Sayang: https://docs.google.com/spreadsheets/d/19xZ-q8ZG_pWCT5PhLnmSSBh4EQ7KJll4RK34uzfJ4A/edit?usp=drivesdk

Action: Tidak ada manfaatnya rencana yang dibuat, jika kita tidak konsisten dan komitmen dalam menjalankannya.

Recheck: Jika sudah dikerjakan, periksa kembali bahwa pekerjaanmu sudah selesai dan tidak ada yang terlewat.

Kuliah Bunda Sayang memiliki sistem pendukung seperti Koordinator Bulanan, dan to do list view di Aplikasi GClassrom. Pelajari sistem pendukung dan Aplikasi yang digunakan di kuliah Bunda Sayang, agar mudah mengecek to do list atau catatan tugas yang terekam.

Menangani Kompleksitas Tantangan

Perencanaan sudah dibuat, namun kenyataannya kita akan menghadapi kompleksitas tantangan, baik di rumah maupun di tempat kerja/organisasi, maka ada beberapa hal yang perlu kita praktekkan yaitu :

A. PUT FIRST THING FIRST
Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami. Komitmen dengan perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini-aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita.

B. KOMUNIKASIKAN JADWAL
Sampaikan seluruh perencanaan kegiatan pada anggota keluarga. Pasanglah poster-poster visual agar kita bisa tepat waktu dan anak-anak bisa paham dengan jadwal kita. Terutama anak yang masih berusia dini.

C. ONE BITE AT A TIME
Apakah itu one bite at a time?
 Lakukan setahap demi setahap
 Lakukan sekarang
 Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan

C. MANAJEMEN FOKUS
Membuat setoran tugas tantangan 10 hari yang berkualitas sebetulnya bisa dilakukan hanya dalam waktu 15 menit. Namun jika kita sampai menghabiskan waktu sangat lama, atau bahkan sampai tidak punya ide untuk membuat tugas tersebut, mungkin ada yang kurang tepat. Mungkin kita membuat tugas tersebut di waktu saat otak tidak dapat bekerja dengan maksimal. Solusinya, carilah waktu terbaik saat kita bisa melakukan pekerjaan dengan fokus. Ada yang bisa benar-benar fokus saat di tengah malam, ada juga yang bisa fokus saat di pagi hari.
Berikut ini adalah tingkat fokus di tiap waktu yang bisa dijadikan referensi untuk memilih waktu terbaik dalam melakukan pekerjaan dengan fokus, seperti membuat tugas Bunda Sayang.
3 AM: FOKUS SANGAT TINGGI
12 PM: FOKUS TINGGI
2 PM: FOKUS SANGAT TINGGI
4 PM: FOKUS TINGGI
6 PM: CUKUP FOKUS
9 PM: FOKUS RENDAH
11 PM: TIDUR
List tersebut hanya referensi. Kita harus mengenali diri sendiri. Bagaimana diri ini mampu menyiapkan kondisi terbaik untuk belajar dan mengetahui kapan waktu terbaik untuk bekerja dan belajar sehingga kegiatan lebih efektif dan efisien. Misal, jika merasa waktu paling efektif dalam belajar adalah jam 02.00-04.00. Belajarlah rutin setiap hari di jam tersebut. Jika merasa jam 21.00-02.00 tidak dapat belajar dengan maksimal, tidak perlu dipaksakan, lebih baik tidur dan bangun jam 02.00 saat otak lebih fresh. Selain itu, pahami sampai level mana kita mampu melakukan multitasking. Agar semua pekerjaan dapat dilakukan
dengan fokus yang baik.

D. DELEGATING
Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita. Ingat anda adalah manager, bukan menyerahkan begitu saja tugas anda ke orang lain, tapi anda buat panduannya, anda latih, dan biarkan orang lain patuh pada aturan anda.

Latih – percayakan – kerjakan – ditingkatkan – latih lagi – percayakan lagi- ditingkatkan lagi begitu seterusnya.

Karena pendidikan anak adalah dasar utama aktivitas seorang ibu, maka kalau kita memiliki pilihan untuk urusan delegasi pekerjaan ibu ini, usahakan pilihan untuk mendelegasikan pendidikan anak ke orang lain adalah pilihan paling akhir.

Perkembangan Peran

Kadang ada pertanyaan, sudah berapa lama jadi ibu? Kalau sudah melewati 10.000 jam terbang seharusnya kita sudah menjadi seorang ahli di bidang pengasuhan anak dan manajemen rumah tangga. Tetapi mengapa tidak? Karena selama ini kita masih “sekedar menjadi ibu”. Dengan mengikuti Kuliah bunda Sayang, dan tahapan selanjutnya di IIP maka perkembangan peran kita akan meningkat. Karena Kegiatan bunda Sayang dapat menyumbang setidaknya 15.6% Terhadap 10.000 Jam terbang dalam menguasai bidang Ilmu Dasar Dalam Mendidik Anak (Berdasarkan Simulasi Manajemen Waktu Bunda Sayang).

Referensi:
Blake, Diana J, College Success for Mom. Retrieved August 5, 2018, from
https://collegesuccessformoms.wordpress.com/2013/08/12/7-steps-foreffective-time-management-formoms-in-college-2/
Manajemen Waktu. Lembaga TPB. Retrieved August 5, 2018, from
https://ltpb.itb.ac.id/manajemenwaktu/
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #6 Institut Ibu Profesional. IBU MANAJER KELUARGA HANDAL
Rosita, E.K, UNY. Manajemen Waktu yang Efektif. Retrieved August 5, 2018, from
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132206554/pengabdian/(C)+MANAJEMEN+WAKTU+YANG+EFEKTIF+2008_0.pdf

NICE HOMEWROK #0.1

NHW kali ini mengharuskan peserta untuk membuat daily activities journal. Sebenarnya saya ingin sekali menggambar sendiri di media kertas karena kalau lihat di Instagram dengan hashtag https://www.instagram.com/explore/tags/dailyjournaling/ maka akan terlihat jurnal-jurnal lucu yang dari dulu saya juga ingin buat! 🙁

Tapi, karena adanya prioritas yang lebih penting yakni menyelesaikan tugas di perayaan tujuh belasan ini, maka saya putuskan untuk mengikuti template yang disediakan.

Here we go!

One thought on “Bunda Sayang #0.1 Manajemen Waktu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.