Bunda Sayang #1 Dendamkah Kamu, Dek

Kemarin malam, aku, Aurel, dan Tasya sedang akur-akurnya sampai kami bertiga bisa melakukan deep talk. Ah, I do love deep talk. Deep talk kali ini kami berdiskusi soal kebiasaan adik yaitu 'cemberut'. Awalnya, Aurel bercerita panjang lebar mengenai salah seorang temannya yang bernama Dika. Dika ini suka sekali mengganggu Aurel. Mengganggu yang literally mengganggu karena … Continue reading Bunda Sayang #1 Dendamkah Kamu, Dek

Bunda Sayang #1 Hayo Kukunya

"Mbak, kukuku sudah tak potong." "Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin. Kapan?" "Tadi pagi." "Nah gitu kan jadi bersih." — Sudah sejak lama sekali aku bicara pada Aurel untuk memotong kukunya. Bukan cuma panjang, tapi juga hitam. Kadang kalau si mungil itu sedang makan, aku suka gregetan ingin memotongnya sendiri. Tapi apa mau dikata, aku ingin ia benar-benar … Continue reading Bunda Sayang #1 Hayo Kukunya

Bunda Sayang #1 Trapesium dan Jajar Genjang

Matahari di ufuk sana makin meninggi. Kicau burung bukan lagi menjadi ciri. Lebih banyak klakson dan gumpalan polusi. Hiruk-pikuk jalanan semakin padat saja. Ah, ini namanya Hari Kamis tapi seperti Senin rasanya. Di sudut aspal yang lain kulihat seorang ibu-ibu yang kurasa aku bisa memastikan bahwa SIM ia tak punya. Atau bila ada, mungkin sudah … Continue reading Bunda Sayang #1 Trapesium dan Jajar Genjang

Bunda Sayang #1 Jangan Dihafal

Kemarin, Aurel memintaku untuk mengajaknya jalan-jalan alias makan di luar. Kebiasaan keluarga kami yang sangat jarang makan di luar terkadang membuatku iba dan merasa mungkin Aurel memang sangat ingin pergi dan jalan-jalan. Mungkin ia bosan di rumah. Hal itu semakin terbukti ketika misalnya Mama mengancam, nanti kalau makan di luar bayar sendiri-sendiri ya. Aurel pantang … Continue reading Bunda Sayang #1 Jangan Dihafal

Bunda Sayang #1 Digendong? Tak Perlu Dong!

Azan Subuh berkumandang. Tepat setelah bagian terakhir didengungkan adalah pertanda bahwa sebentar lagi pintu rumah akan terbuka. Nah berarti Ayah dan Mama akan pergi ke masjid bersama. Sementara keempat putrinya masih terlelap, pasangan sejoli itu bergantian membangunkan satu sama lain agar punya teman beribadah pagi ini. Namun sejak azan dimulai hingga selesai, putri sulungnya sudah … Continue reading Bunda Sayang #1 Digendong? Tak Perlu Dong!

Bunda Sayang #1 Tabungan Pengalaman

Aku punya seorang teman di Facebook yang merupakan generasi di atasku alias sudah seorang ibu-ibu. Atas izin Allah, aku menemukan beliau dari tulisan yang pernah dibagikan seorang temanku yang lain. Setelah ini, mari kita sebut beliau dengan nama Rira. Ibu Rira suka sekali membagikan tips-tips terkini soal diskon, voucher, kode referral, dan berbagai macam jenis … Continue reading Bunda Sayang #1 Tabungan Pengalaman

Bunda Sayang #1 Berani Berteman

Pagi ini, sambil mengerjakan Pekerjaan Rumah yang belum rampung, Aurel menceritakan suatu kejadian yang tidak aku tahu semalam: Ayah marah padanya. Saat kutanya mengapa, Aurel bilang ini berhubungan dengan tugas kelompok yang diberikan gurunya beberapa tempo hari. Tugas kelompok itu adalah membuat lampu lalu lintas dari kardus. Lengkap dengan mika berwarna merah, kuning, hijau, serta … Continue reading Bunda Sayang #1 Berani Berteman