Katanya mereka ada. Katanya mereka cinta. Katanya mereka setia. Katanya saja. Nyatanya tiada. Nyatanya murka. Nyatanya entah dimana dekapnya. Gadis itu kemudian diam. Meratapi posisinya yang cuma bisa bungkam. Hatinya tertikam. Lukanya cukup dalam. Ia tak ada cermin. Ia tak pula hendak mendekati pisau. Sebab kalimat itu tetiba mengaung di kepalanya. Lantas bila bukan dirimu … Continue reading

Katanya mereka ada. Katanya mereka cinta. Katanya mereka setia. Katanya saja. Nyatanya tiada. Nyatanya murka. Nyatanya entah dimana dekapnya. Gadis itu kemudian diam. Meratapi posisinya yang cuma bisa bungkam. Hatinya tertikam. Lukanya cukup dalam. Ia tak ada cermin. Ia tak pula hendak mendekati pisau. Sebab kalimat itu tetiba mengaung di kepalanya. Lantas bila bukan dirimu … Continue reading

Ia adalah yang kulihat dari kejauhan Dan kedekatan mengembangkan senyuman Ia adalah yang berbinar matanya Seakan ingin bicara, "Akhirnya datang juga!" Ia adalah yang sederhana Kaosnya itu-itu saja Tapi anehnya aku tetap suka Ia adalah yang lelah tapi tak menyerah Tapi kadang juga yang paling tak mau susah Ia adalah yang berwawasan seluas cakrawala Yang … Continue reading

Bunda Sayang #2 Mainanmu Tanggungjawabmu

Kadang sepulang sekolah Aurel banyak melakukan aktivitas yang membuatnya tak bosan menunggu waktu mengaji. Misalnya saja membuat mainan ular dari monte, mewarnai set buku, membaca novel, dan lain sebagainya. Parahnya, kadang semuanya dibiarkan tergeletak begitu saja karena dia berasumsi bahwa Mama akan merapikannya. Tak boleh dibiarkan. Mainanmu, tanggungjawabmu.

Bunda Sayang #2 Atur Kapan Harus Tidur

Aurel itu suka sekali baca Webtoon. Kadang ia baca yang sesuai usianya. Kadang juga tidak. Oleh karena itu fungsi kontrol sangat perlu ditegakkan. Nah, masalah utamanya adalah ia kadang menunda waktu tidurnya karena terlalu asyik membaca Webtoon. Sehingga esoknya ia akan malas bangun pagi dan sulit menjalani pagi dengan tentram dan semangat. Malam ini, Aurel … Continue reading Bunda Sayang #2 Atur Kapan Harus Tidur

Bunda Sayang #2 Sabar Menunggu

Aku rasa, kemampuan yang menunjukkan kemandirian bukan hanya soal skill yang terlihat. Misalnya saja hari ini. Aurel menungguku yang tak ku jung menjemputnya. Kesabarannya menunggu, tidak mengeluh, dan tetap ceria adalah satu pertanda bahwa ia sudah cukup mandiri. Nanti, kalau jarak sekolah tak terlalu jauh, belajarlah bersepeda sendiri. Nanti tapi ya. Kalau sudah bisa.

Bunda Sayang #2 Buat Makan Sendiri

Aurel suka sekali pilih-pilih makanan. Kadang ia suka ayam. Tapi maunya ayam Hisana. Kalau ayam buatan Mama dia jarang doyannya. Kalau pemilih begitu, pasti sulit menjalani keadaan yang serba tidak berkecukupan. Kalau mau sesuatu, jangan susahkan orang lain. Buat makananmu sendiri. Hari ini ia memasak dadar keju. Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin. Satu keterampilan lagi.

Bunda Sayang #2 Siapkan Seragam

Hari ini Aurel mengaji. Biasanya dia akan lama sekali dalam memilih pakaian. Entah apa pertimbangannya. Dan yang demikian itu membuat dia jadi lebih lama dalam melakukan persiapan mengaji. Hari ini, harus berbeda. Pilih sejak 1 hari sebelumnya. Dia pilih warna abu-abu. Sip.