Katanya mereka ada. Katanya mereka cinta. Katanya mereka setia. Katanya saja. Nyatanya tiada. Nyatanya murka. Nyatanya entah dimana dekapnya. Gadis itu kemudian diam. Meratapi posisinya yang cuma bisa bungkam. Hatinya tertikam. Lukanya cukup dalam. Ia tak ada cermin. Ia tak pula hendak mendekati pisau. Sebab kalimat itu tetiba mengaung di kepalanya. Lantas bila bukan dirimu sendiri, siapa yang hendak menyayangimu sepenuh hati, Almira?

— Kasihnya pada diri sendiri kemudian membuatnya tersadar. Ah bagaimanapun ia bertingkah, ia akan selalu ada di posisi yang salah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.