Bunda Sayang #3 Rindu Mengaji

Tasya bicara bahwa ia rindu mengaji. Tapi juga takut dia akan tidak-rindu-lagi. Sama. Istiqomah memang susah ya. Tasya tapi bilang, katanya Ia memutuskan tidak mengaji lagi. Alasannya merasa sudah mengaji sekian tahun, tapi tidak ada perubahan. Akhirnya, ia memutuskan untuk ikut kajian saja. Semoga yang kali ini istiqomah ya!

Bunda Sayang #3 Belajar TryOut

Aurel paling benci belajar IPA. Tapi ia harus. Tapi yang membuatnya paling tak bersemangat justru gurunya sendiri. Orangnya ambisius. Dan kurasa kurang sensitif terhadap perasaan orang lain. Gurunya suka sekali menghina muridnya. Atau bahkan, membagikan nilai tryout yang tak seberapa ke seluruh kelas. Parahnya lagi, pernah menyebarkan foto muridnya yang sedang disetrap. Jadi, mari meluruskan … Continue reading Bunda Sayang #3 Belajar TryOut

Bunda Sayang #3 Tak Perlu Menangis

Tenggorokan Aurel sakit. Anehnya, setelah meminjam ponselku dan kuambil seusai 15 menit, dia tiba-tiba menangis kencang. Entah mengapa. Dia menuju Tasya. Mencubit kulit tangannya. Menuju aku. Mengeraskan suara tangisnya.  Ternyata, usai beberapa menit kami membiarkannya. Aurel bicara, "Mbak. Mau teh." Sambil masih merengek dan menangis. Hah, sudah kuduga. Aku balas bicaranya. "Nggak akan aku buatkan. … Continue reading Bunda Sayang #3 Tak Perlu Menangis

Bunda Sayang #3 Tamatkan Sebelum Tidur

Keluarga kami punya kebiasaan unik di mana apabila adzan Isya sudah berkumandang, maka sesaat kemudian rumah akan menjadi sepi. Alasannya? Semua sudah terlelap. Kebiasaan yang bagus memang, sesuai sunnah Rasulullah yang mengutamakan tidur awal agar terbangun di dini hari untuk melaksanakan salat Tahajud. Namun, beriringan pula kebiasaan buruk (khusus anak-anak saja) yakni tidak menamatkan rangkaian … Continue reading Bunda Sayang #3 Tamatkan Sebelum Tidur

Bunda Sayang #3 Jangan Terpengaruh Mood-nya

Pagi ini, kami seharusnya pergi ke Ibu Ida (rumah nenek di daerah Sidoarjo). Tapi karena setelah melakukan video call dengan Mama, Ayah jadi teringat bahwa adik harus belajar untuk try out hari Senin besok. Alhasil batallah rencana kami sebelumnya. Hal ini sudah jelas dan terprediksi akan membuat suasana hati Aurel berbeda. Ia cemberut dalam waktu … Continue reading Bunda Sayang #3 Jangan Terpengaruh Mood-nya

Bunda Sayang #3 Salat Subuhku Tepat Waktu

Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin Hari ini, Tasya dan Aurel berhasil salat subuh tepat waktu. Dan anehnya, membangunkan mereka pun gampang tadi pagi. Selalu begitu, setiap Mama sedang tidak ada di rumah, entah mengapa orang-orang ini jadi lebih mandiri. Tadi pagi Aurel tanya sehabis subuh, mengapa kita perlu salat. Atas kehendak Allah yang baik hati, aku sudah … Continue reading Bunda Sayang #3 Salat Subuhku Tepat Waktu

Bunda Sayang #3 Kami Pilih Spiritual

Aku sudah berdiskusi dengan Aurel dan Tasya. Mereka setuju. Sebenarnya, ketiga jenis kecerdasan sangat perlu diasah untuk kedua adikku ini. Namun kami sepakat untuk memilih kecerdasan spiritual dengan berfokus pada satu hal dulu: salat tepat waktu. Atau setidaknya, tidak sulit dibangunkan. Kami pun sudah menyusun beberapa strategi seperti memanggil dengan lembut, menyentuh bagian tubuh yang … Continue reading Bunda Sayang #3 Kami Pilih Spiritual