Bunda Sayang #6 Seribu Lima Ratus Rupiah

Waktu memutuskan untuk mencari informasi soal dunia hidroponik, aku berhasil menemukan komunitas hidroponik Surabaya dan mendapatkan informasi bahwa kita bisa #belirameramedaripetani. Waktu itu aku memborong 24 kg buah naga sekaligus. Harganya 6.000 rupiah per kg disaat di jalanan banyak truk menjual dengan harga 10.000 rupiah untuk 3 kg atau bahkan 5 kg.

Alasannya? Aku ingin bantu petani Indonesia.

Ah, terbayangkah oleh kita berapa biaya bulanan yang harus dikeluarkan? Cucuran keringat yang kita sendiri bahkan belum tentu mau melakukan tugas-tugas berat tipikal perkebunan meski dibayar berapa rupiah pun. Belum lagi jika tanah bukan milik sendiri, jika pupuk bukan dari subsidi, jika cuaca malah cenderung menghakimi. Bagaimana? Sanggupkah kita menikmati buah dan sayuran itu tanpa merasa bersalah dan memikirkan kesejahteraan sesama manusia?

Di Pasar Krukah, tempat aku suka berbelanja, bahkan harga kangkung seikat hanya 1.500 rupiah. Murahnya keterlaluan. Kualitasnya bagus. Beberapa memang terlalu basah hingga beberapa daun membusuk. Ada seorang pembeli yang berusaha menawar. Allaahu akbar, seribu lima ratus masih ditawar? Mau harga berapa? Seratus rupiah? Kalau tak suka kualitasnya, tak usah menawar, tak usah menghina, tak usah membeli di sini. Cari saja pasar lain, batinku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.