Bunda Sayang #6 Buah Naga Tetangga

Ketika beli buah naga, aku bagikan pada tetangga karena aku tahu: hasilnya bukan rezeki yang terbagi-bagi, tetapi justru berkali-kali lipat yang kudapatkan.

Ternyata, kehidupan bersosial dengan tetangga itu susah-susah gampang. Perawakan kecil macam aku ini dikira masih kuliah dan belum menikah. Padahal, aku tinggal bersama Mas. Mas sendiri ditanya bekerjanya apa. Bagaimana tidak ditanya, tidak pernah keluar rumah sudah macam pengangguran saja. Jangan-jangan aku dikira judi nomor togel 🙁

Tetapi saat menjelaskan kepada tetangga, dengan segala macam diksi yang harus dipilih, akhirnya mereka bisa memahami. Semoga next time aku bisa diajak ikut acara PKK! Hihi 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.