Bunda Sayang #6 Temui Mbah Uti

Mas akhirnya mengajakku ke Pare untuk menemui Mbah Uti. Masyaa Allah Mbah Uti itu seperti orang baik yang senang sekali aku sampai tidak mungkin berkata tidak untuk bertemu beliau!

Waktu aku cerita aku berhasil memasak nasi gila untuk Mas. Mbah Utilah manusia selain Mas yang baik hati berkata bahwa aku hebat. Mama kandung dan mertuaku justru bilang, itu lho cuma sosis pentol dioseng, bikinnya kan gampang. Huhu sejujurnya aku sedih. Tapi namanya bahasa cinta, mungkin berbeda-beda.

Mendatangi orang yang sudah sepuh artinya selalu berinvestasi terhadap kenangan, pengalaman, pelajaran, dan seluruh makna hidup yang sudah beliau jalani. Termasuk Mbah Uti. Kisah-kisah yang sangat menarik terlontar bahkan hingga aku tidak bisa berhenti menyimak.

Menambah investasi macam ini harus diperbanyak. Bismillaah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.