Celoteh Sesukaku

Akhir-akhir ini rasanya kepalaku penuh. Belum lagi ditambah rutinitas baru yang berubah 180° dari ibu-ibu pemalas sepertiku menjadi istri-yang-ingin-menyenangkan-hati-dan-perut-suaminya. Mari flashback dulu ke beberapa waktu ke belakang. Kalau orang lain (mungkin) melihat betapa produktifnya aku, maka biar saja aku mengatakan fakta yang lain. Sudah hampir satu tahun jumlah aku masak bisa dihitung dengan jari. Merasa … Continue reading Celoteh Sesukaku

Akhirnya, Kepada Mas (Lagi)

Kepada suamiku yang sedang terlelap di kamar sebelah, Lelahkah Mas kemarin? Aku juga. Tapi dini hari yang belum banyak dibumbui aroma hiruk-pikuk kehidupan rumah tangga kita ini tiba-tiba membuatku ingin bercerita lagi tentangmu. Karena aku tidak tahu harus menuliskannya di mana, jadi biarlah laman yang Mas hidupkan kembali ini menjadi hadiah kalau sewaktu-waktu engkau mengunjunginya … Continue reading Akhirnya, Kepada Mas (Lagi)

Bunda Sayang #6 Bahan Satu Minggu

Setelah sekian lama gemas dengan kelucuan food preparation, akhirnya aku berhasil mencoba sendiri dan hasilnya sangat menggembirakan. Bukan karena berhasil, justru karena belajar. Tak terhitung berapa banyak mahan makanan yang berujung layu dan berjamur. Tapi, dengan itu lah aku mengerti bahwa sifat tamak manusia ini harus amat ditekan. Aku kira, beli tempe dua balok akan cukup … Continue reading Bunda Sayang #6 Bahan Satu Minggu

Bunda Sayang #6 Temui Mbah Uti

Mas akhirnya mengajakku ke Pare untuk menemui Mbah Uti. Masyaa Allah Mbah Uti itu seperti orang baik yang senang sekali aku sampai tidak mungkin berkata tidak untuk bertemu beliau! Waktu aku cerita aku berhasil memasak nasi gila untuk Mas. Mbah Utilah manusia selain Mas yang baik hati berkata bahwa aku hebat. Mama kandung dan mertuaku justru … Continue reading Bunda Sayang #6 Temui Mbah Uti

Bunda Sayang #6 Maksiat Mengurangi Nikmat

Apa yang bisa membuat kita sadar bahwa hidayah itu mahal sekali harganya? Ya. Saat nikmat tak lagi terasa nikmat. Karena terlalu banyak maksiat. Kata ustadz yang waktu itu kajiannya kusaksikan dari Youtube, maksiat itu mengurangi nikmat. Ghibah, membuat bersyukur rasanya tak lagi penuh khidmat. Iri, membuat media sosial tak lagi terlihat seperti ladang dakwah. Lalai dalam shalat, membuat dzikir … Continue reading Bunda Sayang #6 Maksiat Mengurangi Nikmat

Bunda Sayang #6 Masak Sederhana Hadiahnya Pahala

Mas bilang, masakanku enak, meski aku tahu pasti sebenarnya ada keasinan, kemanisan, kepedesan, kurang mantap, kurang bumbu, kurang sehat, kurang matang, atau bahkan, kurang bisa dimakan? Hehe sebenarnya tidak separah itu kok, sungguh! Tapi aku selalu upayakan masak menu baru. Setiap hari (meski beberapa hari kecolongan karena tidak mood). Tumis kangkung, sayur sop, sayur bening, tumis … Continue reading Bunda Sayang #6 Masak Sederhana Hadiahnya Pahala

Bunda Sayang #6 Buah Naga Tetangga

Ketika beli buah naga, aku bagikan pada tetangga karena aku tahu: hasilnya bukan rezeki yang terbagi-bagi, tetapi justru berkali-kali lipat yang kudapatkan. Ternyata, kehidupan bersosial dengan tetangga itu susah-susah gampang. Perawakan kecil macam aku ini dikira masih kuliah dan belum menikah. Padahal, aku tinggal bersama Mas. Mas sendiri ditanya bekerjanya apa. Bagaimana tidak ditanya, tidak … Continue reading Bunda Sayang #6 Buah Naga Tetangga