Ceracau #23 Good at Everything

Pagi ini aku melakukan kesalahan besar yang sudah aku putuskan untuk berhenti sejak beberapa bulan lalu. Sebuah perilaku yang membuatku pada akhirnya merasa bahwa kebodohan ini seperti tak henti-hentinya mengikutiku. Sebab ini sesuatu yang sangat tidak penting. Saking tidak pentingnya, aku suka merasa bahwa jangan-jangan ini penyakit. Penyakit memperhatikan orang-orang di masa lampau milik orang … Continue reading Ceracau #23 Good at Everything

Ceracau #21 Kendalikan Dirimu, Almira.

Kadang aku tahu bahwa dengan 'merasa' berilmu terkadang akan memberiku pembenaran bahwa justru aku tidak benar-benar mengerti tentang ilmu itu. Dengan menunjukkan pada khalayak ramai akan menjadi salah satu cara untuk membohongi diri sendiri agar terus-menerus ada tuntutan menimba ilmu. Mungkin bagi sebagian orang aneh. Mungkin kamupun ingin mencibirku bahwa niatku tak tulus. Tapi aku … Continue reading Ceracau #21 Kendalikan Dirimu, Almira.

Ceracau #20 Calon Ibu Tak Banyak Memilu

Akhir-akhir ini hatiku sempit diiringi dengan dada yang terasa sesak tidak terkira. Isi pikiranku kacau oleh pekerjaan yang tak ada habisnya–tipikal urusan duniawi pada umumnya. Belum lagi mengenai mimpi-mimpi yang sering dengan sengaja kutunda. Dan mengenai ilmu-ilmu baru yang ingin kucoba, ah tapi seperti tak ada waktunya. Aku ingin menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku … Continue reading Ceracau #20 Calon Ibu Tak Banyak Memilu

Ceracau #18 Membiarkan Waktu Menyembuhkanmu

Ah, begini rupanya. Akibat lama tak bersiteru, akhirnya hari ini aku merasakan kembali apa itu rindu. Bukan. Ini bukan rindu seperti ingin bertemu dan berdua melulu. Ini adalah jenis rindu yang berbeda. Rindu yang sekedar ingin menyapa setelah badai menghantam kita berdua. – Aira memejamkan matanya. Ia tahu, hari ini ia membuat kesalahan besar dan … Continue reading Ceracau #18 Membiarkan Waktu Menyembuhkanmu

Ceracau #16 Salah Langkah

Aira merebahkan tubuhnya. Sembari melihat langit-langit kamarnya yang hanya dihiasi lampu kecil 5 watt, pikirannya melayang ke pertanyaan teman-teman soal bagaimana kriteria laki-laki idaman bagi Aira. Ah, aku memang tak punya, batinnya. Kata teman-teman tadi siang saat di kantin, ia adalah wanita yang aneh. Ia bisa menyukai siapa saja. Seperti tak berprinsip. Seperti asal nyaman … Continue reading Ceracau #16 Salah Langkah