Bunda Sayang #6 Bahan Satu Minggu

Setelah sekian lama gemas dengan kelucuan food preparation, akhirnya aku berhasil mencoba sendiri dan hasilnya sangat menggembirakan. Bukan karena berhasil, justru karena belajar. Tak terhitung berapa banyak mahan makanan yang berujung layu dan berjamur. Tapi, dengan itu lah aku mengerti bahwa sifat tamak manusia ini harus amat ditekan. Aku kira, beli tempe dua balok akan cukup … Continue reading Bunda Sayang #6 Bahan Satu Minggu

Bunda Sayang #6 Maksiat Mengurangi Nikmat

Apa yang bisa membuat kita sadar bahwa hidayah itu mahal sekali harganya? Ya. Saat nikmat tak lagi terasa nikmat. Karena terlalu banyak maksiat. Kata ustadz yang waktu itu kajiannya kusaksikan dari Youtube, maksiat itu mengurangi nikmat. Ghibah, membuat bersyukur rasanya tak lagi penuh khidmat. Iri, membuat media sosial tak lagi terlihat seperti ladang dakwah. Lalai dalam shalat, membuat dzikir … Continue reading Bunda Sayang #6 Maksiat Mengurangi Nikmat

Bunda Sayang #6 Masak Sederhana Hadiahnya Pahala

Mas bilang, masakanku enak, meski aku tahu pasti sebenarnya ada keasinan, kemanisan, kepedesan, kurang mantap, kurang bumbu, kurang sehat, kurang matang, atau bahkan, kurang bisa dimakan? Hehe sebenarnya tidak separah itu kok, sungguh! Tapi aku selalu upayakan masak menu baru. Setiap hari (meski beberapa hari kecolongan karena tidak mood). Tumis kangkung, sayur sop, sayur bening, tumis … Continue reading Bunda Sayang #6 Masak Sederhana Hadiahnya Pahala

Bunda Sayang #6 Buah Naga Tetangga

Ketika beli buah naga, aku bagikan pada tetangga karena aku tahu: hasilnya bukan rezeki yang terbagi-bagi, tetapi justru berkali-kali lipat yang kudapatkan. Ternyata, kehidupan bersosial dengan tetangga itu susah-susah gampang. Perawakan kecil macam aku ini dikira masih kuliah dan belum menikah. Padahal, aku tinggal bersama Mas. Mas sendiri ditanya bekerjanya apa. Bagaimana tidak ditanya, tidak … Continue reading Bunda Sayang #6 Buah Naga Tetangga

Bunda Sayang #6 Tote Bag Masakan Padang

Kalau kita pernah beli masakan padang—yang agak fancy terutama—kita pasti akan menemukan beragam pacaking yang sangat unnecessary karena ada di setiap bagian. Bumbu plastik sendiri, setiap lauk plastik sendiri, nasi dilapisi plastik—padahal dia kan ada di lapisan yang sudah terbuat dari plastik?!, krupuk pakai plastik, terakhir dibawa menggunakan kresek—yang merupakan kantong plastik juga. Huh. Banyak sekali dosa kita pada mother of … Continue reading Bunda Sayang #6 Tote Bag Masakan Padang

Bunda Sayang #6 Seribu Lima Ratus Rupiah

Waktu memutuskan untuk mencari informasi soal dunia hidroponik, aku berhasil menemukan komunitas hidroponik Surabaya dan mendapatkan informasi bahwa kita bisa #belirameramedaripetani. Waktu itu aku memborong 24 kg buah naga sekaligus. Harganya 6.000 rupiah per kg disaat di jalanan banyak truk menjual dengan harga 10.000 rupiah untuk 3 kg atau bahkan 5 kg. Alasannya? Aku ingin … Continue reading Bunda Sayang #6 Seribu Lima Ratus Rupiah

Bunda Sayang #6 Sepuluh Kali Lipat

Ustadz Yusuf Mansur, salah satu ustadz favoritku, pernah mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menuai pro kontra (eh semua pendapat pasti menuai pro kontra sih hehe). Beliau berkata bahwa, Kalau butuh duit lima ratus ribu, yaude, gampang, tinggal sedekah aje lima puluh ribu, Allah 'kan bakal ganti sepuluh kali lipat. Ngapain bingung? Ragu ame janji Allah?, ujarnya … Continue reading Bunda Sayang #6 Sepuluh Kali Lipat

Bunda Sayang #6 Berharap Surga, Salahkah?

Aku waktu itu sedang berdiskusi dengan temanku tentang bolehkah kita berharap bisa masuk surga. Kalian tentu masih ingat bagaimana lagu besutan Chrisye sangat lekat diingatan kita dan justru membuat kita ikut bertanya, kira-kira apa jawaban kita? Jika surga dan neraka tak pernah ada Masihkah kau bersujud kepadaNya? Pasalnya, aku adalah seorang yang meyakini bahwa segala punishment, … Continue reading Bunda Sayang #6 Berharap Surga, Salahkah?