Katanya mereka ada. Katanya mereka cinta. Katanya mereka setia. Katanya saja. Nyatanya tiada. Nyatanya murka. Nyatanya entah dimana dekapnya. Gadis itu kemudian diam. Meratapi posisinya yang cuma bisa bungkam. Hatinya tertikam. Lukanya cukup dalam. Ia tak ada cermin. Ia tak pula hendak mendekati pisau. Sebab kalimat itu tetiba mengaung di kepalanya. Lantas bila bukan dirimu … Continue reading

Katanya mereka ada. Katanya mereka cinta. Katanya mereka setia. Katanya saja. Nyatanya tiada. Nyatanya murka. Nyatanya entah dimana dekapnya. Gadis itu kemudian diam. Meratapi posisinya yang cuma bisa bungkam. Hatinya tertikam. Lukanya cukup dalam. Ia tak ada cermin. Ia tak pula hendak mendekati pisau. Sebab kalimat itu tetiba mengaung di kepalanya. Lantas bila bukan dirimu … Continue reading

Mungkin memang kamu seharusnya sadar kapan waktu yang tepat untuk berhenti. Semata agar kamu menoleh dulu ke belakang, mundur beberapa langkah, untuk kembali menjalani beberapa langkah di depan. Dan itu bukan pertanda bahwa kamu tak baik-baik saja. Sabar. Semoga saat masa itu tiba, kamu sudah tulus memaafkan meski tidak ada maaf yang pernah diucapkan.

Ayah, Aku Iri Pada Mereka

Mbak, kalau kita nggak bisa menyaingi seseorang dalam perkara dunia, jangan sampai kita juga sampai kalah dalam perkara akhirat. - Ayah, pada suatu malam penuh pertanyaan: mengapa aku lahir di keluarga ini? Tahan hasadmu, Almira. Tahan keinginanmu untuk mempertanyakan mengapa keluargamu yang harus diberi kondisi yang demikian. Tahan pikiranmu untuk tidak berpikir negatif pada apa … Continue reading Ayah, Aku Iri Pada Mereka

Tolong Ingatkan

Allah, kalau aku sedang mengira masalahku adalah yang paling: berat; menyengsarakan; membuang banyak energi, materi, perasaan, pikiran, dan waktu; tolong ingatkan aku bahwa masalah bukan milikku saja. Tolong ingatkan aku bahwa di luar sana masih banyak hati yang lebih berduka. Tolong ingatkan aku bahwa aku perlu banyak mendengar dibanding bicara. Tolong ingatkan aku bahwa itu … Continue reading Tolong Ingatkan

Berhenti Menangis, Almira

Aku berhutang banyak sekali. Cerita indah mengenai malam di Alun-alun Kota Batu, semilir angin nostalgia yang berhembus kala menonton film Kulari ke Pantai, satu malam yang lain (lagi) sebagai bukti bahwa problematika hidup bukan hanya milikku seorang. Aku berhutang banyak sekali. Kapan-kapan aku bayar. Lunas. Setelah aku selesai menuliskan kekecewaan. Dan perasaan dikhianati. Lagi. Aku … Continue reading Berhenti Menangis, Almira

Ia adalah yang bingung setiap pukul sebelas datang Raganya ketakutan bila malam ini tidurnya tak lagi petang Biasanya diikuti jiwanya yang lelah tepat pada pukul satu Seakan menunggu sampai semua jemarinya menjelma kaku Mungkin memang perempuan ini ada untuk memastikan Bahwa hari sudah berganti seraya lelap manusia kelelahan Tapi mengapa ia tak dicipta Untuk menjaga … Continue reading

Bagaimana

Bagaimana bila akhirnya kemarin justru membangkitkan kebiasaan lama yang sudah lama dikubur dalam-dalam? Bagaimana bila pada akhirnya perempuan ini memang hobi menenggelamkan dirinya dalam euforia berlebihan tentang kesedihan? Bagaimana bila ia ketakutan? Dan bagaimana ia mengatasinya sendirian?

Ceracau #23 Good at Everything

Pagi ini aku melakukan kesalahan besar yang sudah aku putuskan untuk berhenti sejak beberapa bulan lalu. Sebuah perilaku yang membuatku pada akhirnya merasa bahwa kebodohan ini seperti tak henti-hentinya mengikutiku. Sebab ini sesuatu yang sangat tidak penting. Saking tidak pentingnya, aku suka merasa bahwa jangan-jangan ini penyakit. Penyakit memperhatikan orang-orang di masa lampau milik orang … Continue reading Ceracau #23 Good at Everything

Ceracau #21 Kendalikan Dirimu, Almira.

Kadang aku tahu bahwa dengan 'merasa' berilmu terkadang akan memberiku pembenaran bahwa justru aku tidak benar-benar mengerti tentang ilmu itu. Dengan menunjukkan pada khalayak ramai akan menjadi salah satu cara untuk membohongi diri sendiri agar terus-menerus ada tuntutan menimba ilmu. Mungkin bagi sebagian orang aneh. Mungkin kamupun ingin mencibirku bahwa niatku tak tulus. Tapi aku … Continue reading Ceracau #21 Kendalikan Dirimu, Almira.