Sabar atuh, Miw. Semua orang 'kan punya masanya masing-masing. Fokusnya ke diri sendiri aja ya. Jangan sering melihat apa yang orang lain sudah capai. Amati kebiasaannya. Pelajari apa yang membuat dia sampai ke sana. Jangan putus asa. Sebentar lagi Miw juga bisa menyelesaikan misi hidup. Hiduplah yang bahagia. Kesedihan bukan untuk dinikmati dan dibiarkan. Terima … Continue reading

Kira-kira apa yang membuat seorang perempuan sepertimu pada akhirnya menjatuhkan hatinya? Entahlah. Mungkin perasaan bahwa ternyata rasa suka bisa begitu sederhana. –Almira, pada sebuah malam temaram.

Kamu selalu punya pilihan untuk memilih atau tidak memilih, Almira. Kamu selalu punya. Begitu pula dengan perpindahan. Kamu selalu punya pilihan untuk menetap atau berpindah, Almira. Kamu pun selalu memilikinya. Jangan kalah kontrol terhadap dirimu sendiri ya.

Ceracau #20 Calon Ibu Tak Banyak Memilu

Akhir-akhir ini hatiku sempit diiringi dengan dada yang terasa sesak tidak terkira. Isi pikiranku kacau oleh pekerjaan yang tak ada habisnya–tipikal urusan duniawi pada umumnya. Belum lagi mengenai mimpi-mimpi yang sering dengan sengaja kutunda. Dan mengenai ilmu-ilmu baru yang ingin kucoba, ah tapi seperti tak ada waktunya. Aku ingin menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku … Continue reading Ceracau #20 Calon Ibu Tak Banyak Memilu

Kaum Tersembunyi #4 Melihat Lebih Dekat

Kemarin adalah hari yang bersejarah buat saya. Salah satu dari sekian hari yang akan saya ingat sampai mataku sayu. Termasuk pula jenis hari yang pasti akan kuceritakan pada si kecil nanti. Semata-mata agar mereka mengerti, bundanya ini tipe wanita yang bekerja–setidaknya–untuk dirinya sendiri. Seperti hari-hari sebelumnya, saya berangkat pagi sekali menuju Kantor DKRTH Surabaya. Kali … Continue reading Kaum Tersembunyi #4 Melihat Lebih Dekat

Kaum Tersembunyi #3 Tahunnya Baru Tapi Moralnya Begitu Melulu

Masih belum hilang dari ingatan kita mengenai perayaan malam tahun baru yang digelar di seantero kota-kota sedunia. Pasalnya, perayaan semacam ini sudah menjadi perihal biasa atau bahkan seperti kewajiban bagi beberapa orang yang meyakininya. Model perayaannya juga begitu melulu. Kembang api, terompet, dan ungkapan-ungkapan resolusi tahun baru. Dan satu lagi yang tak pernah ketinggalan. Tumpukan … Continue reading Kaum Tersembunyi #3 Tahunnya Baru Tapi Moralnya Begitu Melulu

Ceracau #15 Sampai Kapan?

Untuk kamu yang mengisi hari-hariku dengan bahagia, hari ini utamanya. Pertama-tama, biarlah aku berterima kasih terlebih dahulu atas apa yang sudah terjadi hari ini. Sungguh, terkadang kamu memang tidak terduga. Suatu ketika kamu menyebalkan luar biasa. Tapi di saat yang lain kamu bisa memberikan sepenuh waktu dan pikiranmu untukku. Dan untuk semua hal-hal yang tidak … Continue reading Ceracau #15 Sampai Kapan?

Alhamdulillaah #44 Menghamba yang Kaffah

Hari ini pada akhirnya hasil revisi Peraturan Perundang-undangan mengenai Organisasi Masyarakat (Perppu Ormas) telah resmi disahkan. Pertama kali mengetahui berita itu, aku tenggelam dalam pemikiran yang menyedihkan. Belum selesai kasus mahasiswa yang ditangkap dan dijadikan tersangka. Sudah hadir lagi kebijakan yang membatasi demokrasi dan menghadirkan sengsara. Mengapa aku berani bicara demikian? Karena memang hal itu … Continue reading Alhamdulillaah #44 Menghamba yang Kaffah