Bunda Sayang #5 Menjadi Orang Cantik di Quora

Aku beberapa kali mendapati ucapan "Kalau cantik mah bebas." dari perkumpulan yang aku ikuti. Beberapa kali pula menanyakan pada diriku sendiri, apa rasanya menjadi cantik? Saat aku membuka email berisi rekomendasi pertanyaan pilihan di Quora, aku menemukan jawabannya bahwa menjadi cantik artinya tidak perlu pusing mengenai lelaki. As in akan selalu ada yang menyukai. Tapi lain hal dengan memilih. Lain … Continue reading Bunda Sayang #5 Menjadi Orang Cantik di Quora

Bunda Sayang #5 Satu Bab Seusai Subuh

Dahulu, ada seorang teman yang bilang kepadaku untuk segera mengembalikan buku miliknya. Benar saja, hingga aku mengembalikannya aku masih belum menuntaskannya. Ah, memalukan. Temanku itu tidak tahu, tapi aku tidak menyalahi satu pun dari kesepakatan kami. Aku tidak merusak, merobek, menumpahkan makanan atau minuman, bahkan aku tidak membukanya, lantas bagaimana aku mencederai bukunya?! Tapi, hingga … Continue reading Bunda Sayang #5 Satu Bab Seusai Subuh

Bunda Sayang #3 Salat Subuhku Tepat Waktu

Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin Hari ini, Tasya dan Aurel berhasil salat subuh tepat waktu. Dan anehnya, membangunkan mereka pun gampang tadi pagi. Selalu begitu, setiap Mama sedang tidak ada di rumah, entah mengapa orang-orang ini jadi lebih mandiri. Tadi pagi Aurel tanya sehabis subuh, mengapa kita perlu salat. Atas kehendak Allah yang baik hati, aku sudah … Continue reading Bunda Sayang #3 Salat Subuhku Tepat Waktu

Bunda Sayang #3 Kami Pilih Spiritual

Aku sudah berdiskusi dengan Aurel dan Tasya. Mereka setuju. Sebenarnya, ketiga jenis kecerdasan sangat perlu diasah untuk kedua adikku ini. Namun kami sepakat untuk memilih kecerdasan spiritual dengan berfokus pada satu hal dulu: salat tepat waktu. Atau setidaknya, tidak sulit dibangunkan. Kami pun sudah menyusun beberapa strategi seperti memanggil dengan lembut, menyentuh bagian tubuh yang … Continue reading Bunda Sayang #3 Kami Pilih Spiritual

Ia adalah yang kulihat dari kejauhan Dan kedekatan mengembangkan senyuman Ia adalah yang berbinar matanya Seakan ingin bicara, "Akhirnya datang juga!" Ia adalah yang sederhana Kaosnya itu-itu saja Tapi anehnya aku tetap suka Ia adalah yang lelah tapi tak menyerah Tapi kadang juga yang paling tak mau susah Ia adalah yang berwawasan seluas cakrawala Yang … Continue reading

Bunda Sayang #2 Kapan Merapikan

Hari ini Aurel tidak sekolah. Ah, alasannya panjang. Polemik antara guru dan siswa. Yang jelas ia menangis tadi pagi. Ketakutan. Alhasil siang ini ia di rumah. Sementara aku yang baru saja pulang dari kampus cukup kaget tiba-tiba melihat ia menggunakan banyak peralatan mewarnai. Krayon baru, pensil warna baru, spidol baru, semua ia gunakan. Pikirku biarkan … Continue reading Bunda Sayang #2 Kapan Merapikan

Bunda Sayang #2 Jaga Rumah dan Jaga Diri

Hari ini Tazkia pergi berwisata. Bersama Ayah, seperti biasanya. Sekolah Kiki—nama panggilan Tazkia, memang sering begitu. Berwisata terus padahal tidak pernah ada PR. Bikin Tasya dan Aurel iri. Mengapa bersama Ayah? Karena Mama harus bekerja. Kemarin, Mama sudah cuti untuk suatu acara penting di rumah. Jadi Mama tak bisa cuti lagi. Sisa jatah cuti beliau … Continue reading Bunda Sayang #2 Jaga Rumah dan Jaga Diri